Serangan Darat Israel ke Rafah yang Mengancam Gaza – Militer Israel mulai mengevakuasi warga Palestina dari slot bet 100 beberapa bagian kota Rafah di selatan Gaza. Evakuasi dilakukan menjelang operasi militer di wilayah tersebut. “Demi keselamatan Anda, IDF (Pasukan Pertahanan Israel) meminta Anda segera mengungsi ke wilayah kemanusiaan yang diperluas di Al-Mawasi,” kata Avichay Adraee, kepala divisi media Arab IDF dalam sebuah posting di X, seperti dikutip CNBC International. Sebagai informasi, lebih dari 1,2 juta orang saat ini berlindung di Rafah, sebagian besar dari mereka meninggalkan wilayah lain di Jalur Gaza, sebagian besar tinggal di tenda-tenda dan tanpa akses terhadap air, makanan, dan obat-obatan dasar yang memadai. Gedung Putih, serta PBB, WHO dan organisasi multinasional lainnya, telah mendesak Israel agar tidak melakukan serangan di Rafah, memperingatkan akan adanya konsekuensi kemanusiaan yang sangat besar.
Namun Presiden Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa operasi slot88 di sana penting bagi negaranya untuk memenangkan perang melawan Hamas. Netanyahu dan koalisi pemerintahan sayap kanannya juga telah menolak permohonan Amerika Serikat (AS), dengan mengatakan Israel akan melakukan serangannya ke Rafah dengan atau tanpa dukungan Washington. “Gagasan bahwa kita akan menghentikan perang sebelum mencapai semua tujuannya adalah hal yang mustahil. Kami akan memasuki Rafah dan kami akan melenyapkan batalion Hamas di sana – dengan atau tanpa kesepakatan (gencatan senjata), untuk mencapai kemenangan total,” kata Netanyahu saat berbicara di Yerusalem. IDF yakin antara 5.000 hingga 8.000 pejuang Hamas berada di kota padat penduduk di bagian selatan, yang menurut mereka merupakan benteng terakhir kelompok militan tersebut. Pengumuman pada Senin ini muncul setelah putaran terakhir perundingan penyanderaan dan gencatan senjata berakhir di Kairo pada Minggu dengan hasil yang tidak memuaskan. Para pejabat Hamas dan Israel saling menyalahkan atas kegagalan perundingan tersebut.
Pasukan Israel Kacau Balau
Pasukan Israel ramai-ramai membelot dan ‘mengibarkan bendera putih’ di Gaza. Menurut laporan media Israel Channel 12, para tentara Israel mengaku kelelahan dengan perang yang berlangsung hampir tujuh bulan itu. Total 30 anggota tentara Israel, Pasukan Pendudukan Israel (IOF), membelot dan menolak mematuhi perintah invasi darat di kota Rafah, Gaza. “Pasukan dari kompi pasukan terjun payung cadangan yang tergabung dalam Brigade Pasukan Terjun Payung reguler dilaporkan menerima perintah untuk mempersiapkan aksi di Rafah,” kata Channel 12 memberitakan, dikutip dari laman Al Mayadeen.
Pejabat Angkatan Darat Israel sendiri sudah mengatakan bahwa mereka tidak akan memaksa personel cadangan untuk ikut serta dalam invasi. Namun penolakan mereka dikatakan sebagai indikasi jelas berkurangnya pasukan cadangan setelah pertempuran berbulan-bulan. Laman yang sama juga memberitakan bagaimana media Channel 7 Israel melaporkan bahwa lebih dari seratus perempuan yang wajib militer di Israel menolak menjadi tentara pengintai di dekat garis pemisah dengan Gaza. Laporan itu mengatakan ini adalah sejumlah besar penolakan memang sudah terjadi di unit tersebut. Sementara itu, mantan kepala Direktorat Operasi IOF Israel Ziv menyatakan penolakan terhadap serangan militer apa pun di Rafah wajar di tengah tidak adanya rencana tata kelola pasca operasi. Dia bahkan mengklaim itu sama saja operasi “bunuh diri”.
AS Bekukan Pengiriman Senjata ke Israel
Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah membekukan pengiriman amunisi ke Israel. Ini terjadi saat mahasiswa Negeri Paman Sam terus mengadakan gelombang unjuk rasa untuk menekan Gedung Putih agar berbuat lebih banyak dalam menghentikan serangan Israel ke Gaza. Mengutip dua sumber Israel, media Axios melaporkan bahwa keputusan untuk menunda pengiriman amunisi membuat para pejabat pemerintah Israel khawatir. Pasalnya, ini adalah pertama kalinya sejak 7 Oktober Washington mencegah pengiriman senjata mencapai Israel.= Gedung Putih menolak untuk memberikan pernyataan terkait berita ini. Di sisi lain, Israel mengelak dan mengatakan bahwa pengiriman senjata dari AS terus berlangsung.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengunjungi Israel dan melakukan mahjong ways 2 percakapan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Beberapa sumber melaporkan bahwa diskusi itu sangat alot di saat keduanya membicarakan mengenai kemungkinan operasi Israel di Rafah. Blinken mengatakan kepada Netanyahu dalam pertemuan mereka bahwa “operasi militer besar-besaran” di Rafah akan membuat AS secara terbuka menentangnya dan akan berdampak negatif pada hubungan AS-Israel. Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan juga menambahkan bahwa cara mereka melakukan operasi di Rafah akan mempengaruhi kebijakan AS terhadap perang Gaza.
Netanyahu merilis beberapa pernyataan dalam beberapa hari terakhir yang mensinyalkan akan berlangsungnya invasi ke Rafah. Ia juga dengan tegas menyebut hal itu tetap akan dilakukannya meski sendirian alias tidak ada dukungan dari sekutu lain. “Dalam Holocaust yang mengerikan, terdapat pemimpin-pemimpin besar dunia yang berdiam diri; oleh karena itu, pelajaran pertama dari Holocaust adalah: Jika kita tidak membela diri, tidak ada yang akan membela kita